gototopgototop
Home » Seni & Budaya » Bahasa Daerah yang Terlupakan
 
Bahasa Daerah yang Terlupakan
Ditulis oleh Ahfadh F   
Selasa, 17 November 2009 22:42

"Sejauh ini, dari total 746 bahasa daerah di Nusantara, tercatat 300 diantaranya terancam punah"(Koran Jakarta, 09.06.2009). Itulah kutipan yang ada pada sebuah media cetak Jakarta, yang menggambarkan betapa kurangnya perhatian dari pemerintah dan warga di Negeri ini sendiri terhadap kekayaan budaya yang dimiliki oleh bumi Nusantara ini.

Upaya membumikan kembali bahasa daerah rupanya telah di galang pemerintah sejak tahun 2004,(Koran Jakarta, 09.06.2009). Pada waktu saya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, di daerah tasikmalaya (MTsN Sukamanah), saya pernah mendapatkan mata pelajaran bahasa daerah (bahasa Sunda), tetapi pada saat itu memang harus di akui semangat untuk mempelajari bahasa daerah tersebut sangat kurang, di samping kurangnya minat para siswa/siswi terhadap bahasa daerah, kurikulum di sekolahpun mengalokasikan waktunya hanya sedikit untuk mempelajari bahasa daerah ketimbang mata pelajaran lainnya. Padahal saya masih ingat saat itu di sekolah dimana saya menimba ilmu hanya ada satu pengajar yang mempunyai kemampuan untuk mengajar dan menguasai bahasa daerah tersebut (bahasa Sunda), beliau adalah Bpk. Abdul Majid (Alm), yang pada saat itu umur beliau sudah tua karena yang saya ketahui beliau lahir pada saat negeri ini masih dalam penjajahan belanda.


Sungguh sangat ironis, salah satu kebudayaan yang dimiliki negeri ini di sia-siakan begitu saja, tidak dijaga dan dilestarikan dengan baik. Bahkan saat ini yang saya ketahui di beberapa sekolah di mana tempat saya menimba ilmu, bahasa daerah telah tidak di pelajari lagi, salah satu alasanya adalah karena tidak adanya pengajar yang mempunyai kemampuan dan menguasai bahasa daerah dengan baik. Disamping itu keengganan masyarakat di mana bahasa-bahasa daerah itu berasal untuk menggunakan bahasa daerahnya dengan baik dalam kehidupan sehari-haripun menjadi salah satu faktor yang akan menyebabkan kepunahan bahasa daerahnya.

Apabila masalah seperti ini tidak ditanggulangi dengan segera, baik oleh pemerintah yang bekerjasama dengan masyarakat dimana bahasa daerah tersebut berasal, tidak akan mustahil bila beberapa tahun kedepan generasi penerus bangsa ini tidak akan mengenal bahasa daerahnya sendiri, padahal bahasa yang kita gunakan sehari-hari yaitu bahasa Indonesia banyak menyerap dari bahasa-bahasa daerah yang ada di bumi Nusantara ini.

Sungguh sangat ironis, bahasa yang semestinya menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi negeri ini telah tersisihkan oleh bahasa asing yang dinilai lebih memiliki kegunaan yang praktis di bandingkan dengan bahasa daerah yang kurang memiliki kegunaan yang praktis. Di hampir kebanyakan sekolah-sekolah yang ada di bumi Nusantara ini, lebih mengutamakan bahasa asing (bahasa Inggris) sebagai mata pelajaran yang sangat penting utuk dikuasai, memang kita tidak dapat membantah kegunaan dan manfaat dari bahasa Inggris bagi para siswa/siswi penerus bangsa ini, karena bahasa Inggris sudah lazim di kenal dan di gunakan di berbagai negara bahkan mendapatkan kehormatan sebagai bahasa Internasional. Namun meskipun bahasa Inggris lebih memiliki nilai guna yang lebih ketimbang bahasa daerah, tapi tidak semestinya bahasa daerah di lupakan begitu saja, karena bahasa daerah merupakan sebuah warisan sejarah dari nenek moyang negeri ini yang telah turun-temurun menggunakannya dan melestarikannya untuk kita anak cucunya.

Maka dari itu, berbanggalah bagi masayarakat yang masih memiliki dan mengenal bahasa daerahnya, dan diharapkan agar tetap menjaga kelestarian bahasa daerahnya, karena bahasa daerah yang dimiliki tersebut merupakan saksi bisu sejarah perjalanan nenek moyang negeri ini yang patut di banggakan dan dijaga kelestaraianya untuk penerus bangsa ini sebagai identitas bangsa ini yang memiliki banyak kekayaan kebudayaan yang patut dibanggakan.

 

*Penulis adalah kader PMII Komfapsi Cabang Ciputat, untuk melihat tulisan beliau yang lain klik disini.

Comments
Add New Search
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Home | Chat Room | Invite your friends | Twitter | Webmail | Mobile Version
__________________________
PMII Komfeis Blog Ahmad Makki UIN Jakarta Watch
http://everythingaboutcancers.blogspot.com/ http://cancer-ology.blogspot.com/ http://everythingcancers.blogspot.com/ http://studyofcancers.blogspot.com/ http://studyforcancer.blogspot.com/ http://studyforcancers.blogspot.com/ http://cancerallinone.blogspot.com/ http://answer-cancer.blogspot.com/ http://everything-cancer.blogspot.com/ http://everything-cancers.blogspot.com/
Copyright © 2008 PMII Cabang Ciputat, All Rights Reserved. Developed by Arthaloka