gototopgototop
Home » PMII & Aktivisme » Islam Pasca Kolonial Muncul dalam Colonial Encounter
 
Islam Pasca Kolonial Muncul dalam Colonial Encounter
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 23 Maret 2009 00:00

Pada Hari Kamis (21/07/ 2006), P. Lakpesdam NU menyelenggarakan Serial Diskusi Dwi Mingguan di Asrama Putri PMII Ciputat jam 19.00-22.30 WIB dengan tema “Islam Pasca Kolonial” menghadirkan narasumber Ahmad Baso. Serial Diskusi ini bekerjasama denga empat lembaga kajian di Ciputat, yakni Seroja, Ersous, Kopri PMII, dan Ciputat School. Pada dua minggu sebelumnya, tanggal 7 Juli 2006 sudah digelar diskusi bertema “Postmodernisme” bersama Edwin dari Universitas Paramadina.

Dalam diskusi ini, Baso menjelaskan bahwa studi poskolonial memberikan inspirasi bahwa ada kekuatan asing yang mencipta cermin untuk masyarakat yang dijajah agar mengambilnya sebagai suatu produk pemikiran dan peradaban. “Kalau kita mau belajar sejarah Indonesia, maka kita harus merujuk pada ilmuwan asing. Mau belajar Bahasa Jawa saja harus ke universitas Leiden. Hampir seluruh pengetahuan tentang keindonesiaan harus tunduk pada kolonialisme, tegas penulis buku Islam Paska Kolonial ini.

Lebih lanjut Baso menegaskan agar kita harus menjadi sekelompok yang bersuara. Sehingga seluruh bangunan intelektual menjadi poliphonic, bukan lagi monophonic. Bagaimana kaum marjinal berbicara tentang dirinya sendiri, bukan ilmuwan asing yang mendeskripsikan kaum marjinal. “Saat ini kita lebih diatur oleh gambaran yang dirumuskan kolonial,” tegasnya. Dia menyontohkan, bagaiamana ketika seorang pelacur dideskripsikan oleh ilmuwan asing. Selalu saja ia dianggap sebagai perempuan yang hina, bodoh, miskin, tidak bermoral, dan menjinjikkan. Padahal dalam dirinya ada sesuatu yang lain, yakni sebagai ibu yang pantas dihormati. Ada empat tokoh studi poskolonial: Edward Said, Homi K. Babha, Gayatri Spivak, dan Franz Fannon.

Islam pasca kolonial muncul dalam colonial encounter. Islam selalu dipilah-pilah menjadi modernis-tradisionalis, maju-jumud, dan lain sebagainya. Akibatnya menibulkan klasifikasi yang memisah-misahkan [KMZ]

 

http://www.lakpesdam.or.id/warta/84/islam-pasca-kolonial-muncul-dalam-colonial-encounter

 

Comments
Add New Search
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Home | Chat Room | Invite your friends | Twitter | Webmail | Mobile Version
__________________________
PMII Komfeis Blog Ahmad Makki UIN Jakarta Watch
http://everythingaboutcancers.blogspot.com/ http://cancer-ology.blogspot.com/ http://everythingcancers.blogspot.com/ http://studyofcancers.blogspot.com/ http://studyforcancer.blogspot.com/ http://studyforcancers.blogspot.com/ http://cancerallinone.blogspot.com/ http://answer-cancer.blogspot.com/ http://everything-cancer.blogspot.com/ http://everything-cancers.blogspot.com/
Copyright © 2008 PMII Cabang Ciputat, All Rights Reserved. Developed by Arthaloka