|
Ditulis oleh Arlian Buana Chrissandi
|
 11 tahun sudah Student Government (SG) menghidupi hiruk-pikuk kemahasiswaan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dengan sistem ini, UIN Jakarta seringkali digadang-gadang sebagai miniatur politik Indonesia. Ibarat sebuah negara, SG mengalami kompleksitas dinamika, pun problematika. SG mengidealkan pemerintahan dari, oleh dan untuk mahasiswa. Mahasiswa diakui kedaulatannya untuk menentukan nasibnya sendiri (self-determination), bukan oleh Rektorat, Dekanat, atau dosen-dosen, meskipun sangat meniscayakan kerjasama (boleh baca; arahan dan bantuan dari) dengan birokrasi kampus. Mahasiswa sebagai ‘demos’, -pemegang mandat tertinggi- memiliki hak-hak sekaligus kewajiban dalam (pembelajaran) pembangunan demokrasi di kampus ini. SG yang telah melembaga, selayaknya ‘dipedulikan’ mahasiswa sebagai elemen utama. Koreksi dan perbaikan musti terus dilakukan, dengan otokritik mahasiswa atau hirau terhadap kritik dan saran dari luar.
|
|
Selanjutnya...
|