|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Selasa, 24 Maret 2009 07:00 |
|
Kemajemukan atau pluralitas dalam masyarakat Indonesia sudah disadari oleh para pemimpin bangsa yang mengantar lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semboyan Bhinneka Tungga/ ika yang tertera pada lambang negara RI merupakan salah satu bukti nyata mengenai kesadaran itu. Para pemimpin bangsa Indonesia pada masa lampau menyadari bahwa perbedaan suku bangsa, budaya, agama, dan aspirasi politik di kalangan penduduk Indonesia, bukan penghalang untuk hidup berdampingan secara damai. Disadari bahwa pluralitas sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia yang perlu dikelola dengan baik sehingga menjadi anugerah. Umat Islam di Indonesia mengakui realitas semacam itu. Sebagaimana dalam firman-Nya, pada QS al-Hujurat/49: 13 yang mengandung makna bahwa perbedaan bangsa dan suku bangsa tidak semestinya di jadikan sebagai alasan untuk saling memusuhi, melainkan agar saling memahami. Pemahaman akan melahirkan sikap saling menghargai. Selain itu, perbedaan pun tidak mempengaruhi derajat manusia dalam pandangan-Nya, sehingga hubungan pun semestinya dibangun di atas dasar kesetaraan. Sebagaimana Allah berfirman pada QS. Al-Maidah/l5 : 48).
Al-Qur’an mempersilahkan kepada setiap individu untuk memilih keyakinan keagamaan atas dasar kesadarannya sendiri. Tak ada satu pihak pun yang berhak memaksa seseorang untuk memilih keyakinan keagamaan. Keragaman adalah bagian dan sunatul/ah (natural laws) dalam ciptaan-Nya. Keragaman suku bangsa, bahasa, budaya, dan agama di antara manusia adalah bagian dari sunatullah. Karenanya, perlu mengembangkan cara pandang yang positif di dalam melihat perbedaan dan kita perlu memadukan keragaman itu sebagai kekuatan dalam mewujudkan hal-hal yang positif dan konstruktif. Agama, sebagaimana yang diyakini pemeluknya, mengajarkan hal-hal yang baik. Agama mempunyai tujuan untuk kemasalahatan manusia. Dengan demikian, tugas para tokoh dan penganjur agama adalah menyampaikan ajaran agama tersebut dan menjelaskan kepada pemeluknya dengan sebaik-baiknya. Pemahaman umat terhadap ajaran agamanya dengan baik akan mengantar mereka pada kedamaian, keluhuran budi pekerti dan kearifan.
|